secangkirkopikita:

Beberapa Maaf Untuk Beberapa Terimakasih
Terimakasih sudah mau berucap cinta
Terimakasih sudah mau membagi rindu
Terimakasih sudah mau menjadi bagian dari diriku
Terimakasih sudah mau memperlihatkan padaku bahwa warna tidak hanya hitam dan putih saja
Terimakasih sudah merelakan tubuhmu untuk kupeluk
Terimakasih  telah sudi kutitipi hati
Terimakasih telah merelakan pipi juga rambutmu untuk kuciumi
Terimakasih untuk hal-hal baru yang kutemukan saat bersamamu
Terimakasih sudah meluangkan banyak waktu untukku, untuk kita
Terimakasih telah menghadirkan debar-debar tak biasa
Terimakasih sudah membuatku merasa benar-benar dibutuhkan
Terimakasih pernah mau menjadi imam di beberapa sholatku
Terimakasih sudah membuat aku bahagia dengan tidak menjadi orang lain
Maaf aku selalu mengatakan aku mencintaimu
Maaf aku selalu mengatakan aku rindu dan ingin bertemu
Maaf aku membuatmu jenuh
Maaf aku mengecewakanmu
Maaf aku gagal membuatmu bahagia
Maaf aku sudah tidak lucu lagi hingga kau tak mau tersenyum
Maaf untuk rencana meromantiskan semesta yang telah gagal
Maaf aku masih ingin tertawa bahagia bersamamu
Maaf aku masih ingin menggelitiki pinggangmu
Maaf aku masih ingin memeluk tubuhmu
Maaf aku masih ingin bersandar di bahumu
Maaf untuk rasa cemburuku padamu kepada yang bukan aku
Maaf aku masih ingin sholat dengan kamu sebagai imamnya
Maaf aku tidak bisa melepaskanmu semudah aku jatuh cinta padamu
Maaf untuk segala ketidakwarasaan padaku yang selalu berusaha mempertahankanmu dalam kepala

secangkirkopikita:

Beberapa Maaf Untuk Beberapa Terimakasih

Terimakasih sudah mau berucap cinta

Terimakasih sudah mau membagi rindu

Terimakasih sudah mau menjadi bagian dari diriku

Terimakasih sudah mau memperlihatkan padaku bahwa warna tidak hanya hitam dan putih saja

Terimakasih sudah merelakan tubuhmu untuk kupeluk

Terimakasih  telah sudi kutitipi hati

Terimakasih telah merelakan pipi juga rambutmu untuk kuciumi

Terimakasih untuk hal-hal baru yang kutemukan saat bersamamu

Terimakasih sudah meluangkan banyak waktu untukku, untuk kita

Terimakasih telah menghadirkan debar-debar tak biasa

Terimakasih sudah membuatku merasa benar-benar dibutuhkan

Terimakasih pernah mau menjadi imam di beberapa sholatku

Terimakasih sudah membuat aku bahagia dengan tidak menjadi orang lain

Maaf aku selalu mengatakan aku mencintaimu

Maaf aku selalu mengatakan aku rindu dan ingin bertemu

Maaf aku membuatmu jenuh

Maaf aku mengecewakanmu

Maaf aku gagal membuatmu bahagia

Maaf aku sudah tidak lucu lagi hingga kau tak mau tersenyum

Maaf untuk rencana meromantiskan semesta yang telah gagal

Maaf aku masih ingin tertawa bahagia bersamamu

Maaf aku masih ingin menggelitiki pinggangmu

Maaf aku masih ingin memeluk tubuhmu

Maaf aku masih ingin bersandar di bahumu

Maaf untuk rasa cemburuku padamu kepada yang bukan aku

Maaf aku masih ingin sholat dengan kamu sebagai imamnya

Maaf aku tidak bisa melepaskanmu semudah aku jatuh cinta padamu

Maaf untuk segala ketidakwarasaan padaku yang selalu berusaha mempertahankanmu dalam kepala

poeticonnie:

Kau takkan pernah bisa membandingkan dia yang baru kau kenal dengan dia yang sudah lama kau kenal. Bagaimana mungkin setumpuk kenangan mampu bersaing dengan selembar cerita yang baru saja mulai ditulis?

Bukan hanya itu. Yang lebih dulu kau sudah kau titipi banyak harapan, meskipun kemudian…

Mau berusaha mengerti, tak banyak menuntut, dan tak memintanya untuk berubah menjadi seseorang yang kau mau, itu tanda mencintai yang apa adanya. Kalau kau masih peduli bagaimana cara ia berpakaian, masa lalunya, teman-temannya, apa agama dan sukunya, jangan pernah bilang kau mencintainya karena cinta. Mungkin bukan dia yang kau cintai, tapi seseorang yang mirip dia dalam kepalamu. Mirip dia, tapi sesuai dengan semua tuntutan dan egomu.
Seegois apakah “cintamu”? :)

Suatu waktu ketika berdiskusi dengan teman jauh tentang sebuah pernikahan, ada nasihatnya yang saya catat baik-baik sehingga menjadi bahan tulisan ini.

Menikahi seseorang sama dengan membawanya ke dalam benteng kokoh yang selama ini kita diami. Jika tidak, mungkin pernikahan serupa ritual…

“Siapa pun mengenal dirinya akan lebih sibuk membenahi dirinya sendiri daripada mencari kesalahan orang lain”

— Ibn Qayyim Al-Jawziyya


Hari ini saya kembali belajar tentang diri saya sendiri, ada sebuah dinding yang tinggi, tembok yang besar, dan topeng yang tebal yang melindungi saya dari…

chocolatemintclover:

Sweet Sunday@the harvest

poeticonnie:

image

  1. The moment you realize that the person you cared for has nothing intellectually or spiritually to offer you, but a headache.
  2. The moment you realize God had greater plans for you that don’t involve crying at night or sad Pinterest quotes.
  3. The moment you stop comparing yourself to others…
kak, aku tau kakak di tumblr sejak galau lalu bertemu dengan tuan 'K' sekarang galau lagi.. menyesal ga sudah menaruh hati kepada tuan 'K' ?
Anonymous

jagungrebus:

TIDAK SAMA SEKALI. :)

Dia orang baik, seringkali berbuat salah memang. Tingkahnya menyebalkan, kadang2 mengajak orang lain berbuat dosa. Suka marah-marah, kadang sengaja membuat saya menangis dan sakit hati. Tidak pernah mengakui bahwa dia cemburu, belagu dan hobi banget dikejar-kejar cewek (kadang merasa dikejar padahal mah nggak). Hahaha ini cowok gak ada bagus-bagusnya memang. *tuuuh kan sy jadi kangen. :(

Tapi dari dia, saya belajar untuk rendah hati dan menilai orang lain lebih mulia dari diri sendiri. Saya belajar banyak dari dia. Mungkin dia sendiri tidak sadar, bahwa saya dipaksa kuat olehnya, secara fisik dan jiwa. Dia salut pada ketabahan saya, tapi dia tidak tahu bahwa saya salut padanya karena bisa membuat saya setabah dan sesabar itu. Dia sendiri tidak sadar, bahwa dia satu-satunya orang yang bisa mengalahkan dominansi saya tanpa paksaan.

Bagaimanapun, dia pernah menjadi salah satu bagian terpenting dari diri saya, sebenarnya hingga sekarang. Hanya, mungkin sekarang dalam kondisi yang berbeda. Sesungguhnya, mungkin seperti sekarang lebih baik.

Yang saya lihat sekarang, dia mulai berubah, semoga kearah lebih baik. Banyak kejadian buruk menimpanya akhir-akhir ini, termasuk keputusan saya untuk berpisah dengannya. Saya tahu itu akan menambah masalahnya, tapi kadang kita harus menyiksa seseorang supaya orang itu tahu bahwa ‘zona aman’ nya, dalam hal ini komitmennya dengan saya, bukanlah permainan yang bisa dia tarik ulur sesuka hati. Bukan juga rumah singgah yang dia diami hanya ketika dia butuh dan tidak mendapatkan apa yang dia inginkan di perjalanan. Dia harus memilih, menekan egoisnya sebagai laki-laki atau kehilangan saya selamanya. Jika dia memenangkan egoisnya, dia tidak hanya akan kehilangan saya, tapi juga perempuan-perempuan selanjutnya. 

Dengannya tanpa sadar saya belajar untuk mencintai tidak dengan cara yang egois dan obsesif. Yaitu, dengan atau tanpa saya, dia harus baik-baik saja.

Dia bersalah pada saya, tapi saya juga pernah sangat bersalah padanya dan dengan sangat bijak dia memaafkan. Karena saya tidak sebijak dia, saya belum bisa memaafkan meski dia minta maaf berkali-kali.

Dia tidak pernah mengatakan hal-hal manis, tapi dari tindakannya saya tahu dia sudah sangat berjuang untuk kami berdua, bahkan mungkin hingga detik ini. 

Saya sedang ‘melihat’ tuhan tersenyum, semoga padanya juga. Semoga setelah ini dia menjadi orang yang lebih baik, dan semoga kehidupannya segera membaik. Begitu juga dengan saya.

Kita tidak perlu menyesali kejatuhan hati kita pada seseorang. Karena dengan itu kita bisa belajar tentang kehidupan dan rasa, bahkan tentang diri kita sendiri. Jika kamu mencintai orang yang salah, mungkin memang seharusnya seperti itu, supaya kita tahu bagaimana mencintai orang yang benar dengan cara yang benar.

Yah, mungkin tuhan tidak suka dengan cara kami jatuh cinta.

Tapi, saya tidak menyesal. Sedikitpun saya tidak menyesal pernah menaruh hati saya padanya. Saya berterima kasih pada tuhan karena memberi kesempatan untuk itu. Setelah ini, saya harap betul-betul hanya pada suami saja, saya menitipkan hati. :)

regards,

-dini-

nengsifat:

image

‪#‎B‬: telur puyuh, minuman bersoda, jagung, roti gandum, tomat, kacang tanah, belimbing, daging, lobster Makanan yang harus dikonsumsi B: susu, bubur, keju, sayur brokoli, kembang kol, wortel, teh hijau, daging, ikan dari laut

GolDar #B ketika bertemu dengan orang yang ia sukai, tanpa…